Selain meminta agar aksi tawuran ini disikapi dengan serius, Ketua Fraksi Golkar di DPR, Setya Novanto, pun menjelaskan dampak negatif dari perkelahian pelajar. Minimal, ada empat dampak negatif akibat tawuran tersebut.
Pertama, kata Setya kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (24/9), pelajar dan keluarga yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah.
Dampak negatif keempat, dan ini menjadi hal yang paling dikhawatirkan para pendidik, lanjut Setya, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.
"Karena itu, saya mengajak seluruh aparat terkait termasuk Kementerian Pendidikan Nasional, guru, orang tua murid dan seluruh siswa untuk bersama-sama mengatasi ini semua dengan memberikan siswa kegiatan kreativitas yang mengandung unsur-unsur kebersamaan, toleransi dan penghargaan atas nilai-nilai kemanusiaan," demikian Setya. [
ysa]
BERITA TERKAIT: