Sebagai negara dengan potensi pertanian dan jumlah petani yang juga besar, sangat disayangkan pemerintah Indonesia masih belum memberikan perhatian penuh kepada petani.
"Kebijakan yang berpihak kepada petani belum hadir secara maksimal," ujar Ketua Buruh, Tani dan Nelayan PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 24/9) terkait peringatan Hari Agraria Nasional yang jatuh hari ini.
Dalam pengamatan Dahnil, sampai saat ini, petani masih dijadikan sekadar menjadi obyek politik. Kampanye politisi itu juga belum dimanifestasikan dalam bentuk kebijakan konkret.
Untuk itu, pada hari Hari Agraria Nasional kali ini, Pemuda Muhammadiyah meminta pemerintah lebih fokus pada kebijakan revitalisasi pertanian. Mengingat, ancaman kelangkaan pangan yang mungkin akan dihadapi oleh dunia beberapa dekade ke depan.
"Apabila kebijakan pertanian direvitalisasi, maka bukan tidak mungkin petani Indonesia akan mendapatkan keuntungan," demikian pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: