Demokrat: Antasari Azhar Cuma Bawa Pepesan Kosong ke DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 05 September 2012, 15:16 WIB
Demokrat: Antasari Azhar Cuma Bawa Pepesan Kosong ke DPR
antasari azhar/ist
rmol news logo Tim Pengawas Kasus Bank Century di DPR akan memanggil mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.

Anggota Timwas dari Fraksi Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, tidak mempersoalkan panggilan ke JK. Namun, terhadap rencana pemeriksaan Antasari Azhar, menurutnya cuma buang-buang waktu.

"Buang-buang waktu saja. Hanya pepesan kosong yang dibawa ke sini," ujar Didi kepada wartawan usai rapat internal Timwas Century di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (5/9).

Ketua DPP Partai Demokrat bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum itu melanjutkan, kasus Bank Century sudah masuk ke proses hukum. Seharusnya diserahkan saja kepada penegak hukum karena rencana memanggil mantan Kajati Sulawesi Tenggara itu dinilai sarat nuansa politik.

"Ini hasilnya politis saja yang dihubung-hubungkan. Tapi dia (Antasari) kan tidak ada argumentasi kuat terkait apa yang dia katakan, soal notulensilah, apalah. Jadi jangan mengada-adalah," kata Didi yang juga Anggota Komisi III DPR itu.
 
Dia menegaskan Antasari sebaiknya konsentrasi saja dengan kasus yang tengah dijalaninya.
"Jangan bohong, dosa itu. Terus ada yang menyambut pula. Kebohongan yang disambut, menimbulkan kehebohan besar, Antasari konsentrasi saja," imbaunya tegas.

"Saksi-saksi di sana sudah jelas dan valid, bahwa apa yang disampaikan Antasari itu tidak benar. Yah pokoknya pepesan kosong lah," tambah anggota Komisi III DPR itu.

Testimoni Antasari Azhar yang sempat mencuat di media massa menarik kembali perhatian publik pada kasus dana talangan Bank Century yang mandek di penegak hukum.

Antasari dikabarkan mengaku ikut rapat di Istana Negara pada 8 Oktober 2008 yang dipimpin Presiden SBY. Salah satu pembahasan rapat adalah rencana memberi dana ke Century. Namun belakangan SBY membantah itu dan membagikan transkrip rapat tersebut.

Namun belakangan Antasari membantah keras bahwa dia tak pernah menyebut ada pembahasan Century di rapat itu. Namun, beberapa saat kemudian ada pertemuan dirinya dengan Wapres Boediono dalam konteks rencana dana talangan kepada Bank Indover. Rencana itu ditolak tegas Antasari karena penyelamatan itu mengandung unsur pidana.

Menurut Antasari, rencana kucuran dana ke Indover yang ditolaknya itu memang batal. Tapi yang mengherankan, dia baru mengetahui ada kucuran dana ke Bank Century pada April 2009. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA