Politisi senior Siswono Yudhohusodo mengungkapkan, disorientasi terhadap nilai-nilai Pancasila terjadi di seluruh sila yang ada dan dilakukan berbagai pihak. Hal itu ia sampaikan dalam seminar "Gejala Disorientasi Kepemimpinan Nasional dalam Implementasi Ideologi Pancasila," yang digelar Dewan Pakar Nasional Persatuan Alumni GMNI di Jakarta Design Centre (JDC), Slipi, Jakarta Barat, (Rabu, 8/8).
"Manifestasinya ada di kesenjangan sosial yang ditunjukan oleh gini ratio (rasio ketimpangan pendapatan) mencapai 0,41," jelasnya.
Tak hanya itu, akibat dari dikebirinya nilai-nilai Pancasila, konflik horizontal yang membawa nama suku, agama dan lain-lain kerap terjadi.
Dia juga mengungakapkan, Indonesia saat ini mencatat PDB per kapita hampir 3000 dolar. Sedangkan GDP Indonesia mendekati 1 triliun menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang cepat.
"Namun tingkat ketergantungan kita kepada luar negeri masih besar. Ditambah banyak paradox, orang miskin berkurang tapi angsuran utang dan bunga terhadap APBN naik," jelasnya.
Karena itu menurutnya, demokrasi yang berkembang saat ini bukanlah demokrasi sejati yang dijiwai Pancasila. Yang terjadi justru penyakit demokrasi yang menggerogoti dan menghancurkan demokrasi itu sendiri.
"Yang terjadi di negara kita adalah penyimpangan atas nilai-nilai Pancasila. Oleh karenya, diperlukan penyadaran umum untuk kembali kepada Pancasila dan penyembuhan diri dari berbgai penyakit sosial serta pengwajaran bersikap sesuai nilai-nilai demokrasi, hukum, Pancasila dan UUD 45," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: