Pengamat politik, Salim Said, menilai ada dua gejala di tengah masyarakat terkait dengan tingkat elektabilitas Prabowo yang terus meroket. Gejala pertama, publik Indonesia memiliki ingatan yang sangat pendek dan gampang melupakan masa lalu.
"Publik lupa kalau ada catatata buruk (Prabowo), jahat. Tapi publik sudah lupa, karena sudah lama. Dan sekarang, malah ada anggota keluarga korban masuk Partai Gerindra," kata Salim Said, dalam jumpa pers hasil survei dari Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI), di Hotel Four Seasons, Jakarta, siang ini, (Minggu, 8/7),
Gejala kedua atau kemungkinan kedua, lanjut Salim Said, rakyat tidak suka kepada gaya kepemimpinan SBY. Rakyat kecewa pada karakter SBY sehingga mencari orang lain.
[ysa]
BERITA TERKAIT: