Antrean panjang menuju Pelabuhan Merak, yang belum teratasi, membuat para sopir truk yang akan menyebarang ke Pelabuhan Bakauheni menuju Sumatera, stres. Karena, bukan saja tertekan secara emosional, mereka juga merugi.
"Banyak sopir yang telepon saya. 'Habis uang kami ini. Kalau gini terus kami bakar nanti (pelabuhan) ini.' Waduh kacau nih. Saya larang, 'Jangan-jangan.' Saya juga nggak tahu darimana mereka tahu nomor saya," ucap Wakil Ketua Fraksi PPP Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Jumat, 6/7).
Untuk itu, politisi vokal ini mendesak Menteri Perhubungan EE Mangindaan untuk mencarikan solusi agar persoalan kemacetan ini bisa teratasi. Apalagi, kata Yani, saat ini sudah mulai mendekati Ramadhan dan lebaran. Pendistribusian sembilan bahan pokok jangan sampai tersendat dari Pulau Jawa ke Sumatera.
"Kuartirnya terjadi kerusuhan lagi (kalau ini tak terselesaikan). Kemarin saja kan sudah terjadi kerusuhan di Merak itu," ungkap politisi asal Sumatera Selatan ini.
Dia memberi tenggat kepada Menhub untuk mengurai masalah kemacetan itu sebelum Ramadhan tiba.
"Minta bantuan (TNI) Angkatan Laut kalau alasannya kapal laut (kurang). Atau jangan-jangan ada permainan. Makanya secepat mungkin ini harus segera diatasi," tandasnya.
Menurut Yani, kemacetan di pelabuhan penyeberangan Merak menandakan EE Mangindaan tidak bekerja. Padahal, kemacetan ini sudah berlangsung lama dan menjadi pemberitaan banyak media.
"Kalau (EE Mangindaan) tidak mampu (menyelesaikan persoalan macet), lebih baik berhenti saja (sebagai Menhub). Apalagi yang dia lakukan," demikian Yani. [zul]
BERITA TERKAIT: