Pelindo Uji Emisi 500 Kendaraan di Empat Kota

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 13 Agustus 2026, 19:25 WIB
Pelindo Uji Emisi 500 Kendaraan di Empat Kota
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Pelindo saat melakukan uji emisi kendaraan operasional dan kendaraan logistik di Tj Priok, Jakarta. (Foto: RMOL/Alifia)
Kecil Besar
rmol news logo PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggelar program Merdeka Emisi berupa uji emisi kendaraan operasional dan kendaraan logistik yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Program tersebut dilaksanakan serentak di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar, dengan melibatkan sekitar 500 kendaraan. 

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebanyak 200 kendaraan mengikuti uji emisi pada Kamis 13 Agustus 2026.

Mayoritas kendaraan yang diperiksa merupakan truk kontainer yang setiap hari melayani kegiatan logistik di kawasan pelabuhan.

Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo mengatakan, program Merdeka Emisi menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, cakupan program tersebut berpotensi diperluas ke kota lain, termasuk Semarang.

“Program ini kami laksanakan di empat kota besar dan ke depan mungkin akan ditambah Semarang karena aktivitasnya cukup padat,” ujar Drajat di Jakarta.

Menurut Drajat, ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan setiap hari. Karena itu, penerapan konsep Green Port tidak dapat hanya dilakukan oleh operator pelabuhan, tetapi harus melibatkan seluruh ekosistem yang beraktivitas di dalamnya.

Program Merdeka Emisi sekaligus ditujukan untuk membangun budaya operasional yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan kesadaran pelaku logistik terhadap pentingnya pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi.

“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran pelaku logistik mengenai pentingnya pemeliharaan kendaraan,” kata Drajat.

Ia menegaskan, pengurangan emisi merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik diperlukan untuk menciptakan sistem logistik yang lebih efisien dan rendah emisi.

“Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem logistik yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara di kawasan pelabuhan.

Sebagai simpul transportasi dengan tingkat pergerakan kendaraan yang tinggi, pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak untuk menekan emisi.

“Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” tegas Suntana.

Dalam pelaksanaannya, kendaraan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi gas buang dan kesesuaiannya dengan standar emisi. Kendaraan yang belum memenuhi standar diimbau menjalani pemeliharaan atau perbaikan sebelum dilakukan pengujian kembali.

Heri, salah seorang pengemudi truk yang mengikuti kegiatan uji emisi di Tanjung Priok, mengaku terbantu dengan pelaksanaan program Merdeka Emisi di kawasan pelabuhan.

Menurutnya, layanan uji emisi yang tersedia langsung di area pelabuhan memberikan kemudahan bagi pengemudi yang tengah menjalankan aktivitas logistik.

“Bisa langsung periksa kendaraan saat sedang di sini,” kata Heri.

Dengan demikian, pengemudi tidak perlu meluangkan waktu untuk mencari lokasi uji emisi di luar kawasan pelabuhan.

“Jadi tidak perlu mencari tempat uji emisi di luar,” pungkasnya.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA