Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera.
Tapi, pada kampanye akbar yang digelar di gedung olahraga Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan saat ini, dibanjiri tokoh Partai Amanat Nasional.
Tampak AM Fatwa, Putra Jaya Husein Drajat Wibowo Tjatur Sapto Edi, Teguh Juwarno dan Eko Patrio, teman Didik di PAN. Tak hanya pentolan PAN, atiribut PAN juga banyak membanjiri area lokasi kampanye yang dibawa oleh para simpatisan.
Sebelumnya, memang diakui DPP PAN resminya memutuskan mendukung duet Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebagai cagub dan cawagub di Pilkada Jakarta, tetapi pengurus dan kader partai berlambang matahari putih ini di lapangan justru banyak yang menjadi juru kampanye (jurkam) bagi pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.
Bima Arya Sugiarto, Ketua DPP PAN bidang Komunikasi politik, salah satunya. Bima Arya didapuk menjadi jurkam pasangan cagub-cawagub pemilik nomor urut empat tersebut.
Bima Arya bertekad memenangkan duet Hidayat-Didik dengan jalan menggenjot habis-habisan tingkat keterpilihan (elektabilitas) dan popularitas jagonya, lewat berbagai acara pertemuan dengan warga Jakarta. Bima Arya getol mensosialisasikan Hidayat-Didik.
"Ini (pasangan Hidayat-Didik) adalah kombinasi duet maut. Yang satu punya kekuatan religius, moralitas yang lurus, berani dan yang satu lagi punya kekuatan intelektualitas dan konsep yang matang. Jadi ini adalah kombinasi yang paling bagus untuk Jakarta,†ujar Bima Arya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dengan kombinasi ini, dikatakan Bima Arya, warga Jakarta yang mayoritas melek politik dan pendidikan optimistis akan memilih jagonya sebagai pemimpin ibukota lima tahun mendatang.
“Bang Hidayat dan Mas Didik merupakan pasangan yang paling menonjol dari calon yang lain karena berani mempopulerkan serta mengangkat identitas khas Jakarta berupa batik orange,†katanya.
Selain itu Jakarta juga butuh pemimpin yang jujur dan bekerja untuk rakyat serta mempunyai konsep yang jelas. Namun perlu implementasi di lapangan. Dikatakan dia, saat ini banyak pemimpin yang mempunyai konsep tetapi tidak bisa mengeksekusi. “Makanya kita butuh orang pintar, punya konsep tetapi juga berani menjalankannya seperti Hidayat-Didik,†tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: