Kordinator survei, Irwansyah berharap, kemauan warga DKI untuk ikut ambil bagian dalam Pemilukada kali ini didasarkan pada daya kritis mereka terhadap permasalahan yang membelenggu Ibu Kota.
"Daya kritis masyarakat untuk memilih kandidat lumayan besar. Yang jelas mereka harus memilih berdasarkan program," ujar Irwansyah di Hotel Ibis Tamarin, Jalan KH. Wahid Hasyim Jakarta Pusat (Minggu, 22/4).
Di tempat yang sama, Direktur Puskapol FISIP UI Sri Budi Eka Wardani, mengatakan, 17 persen responden menyatakan tidak bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS) karena belum mendapat bayangan mengenai program para kandidat. Sementara, 75,74 persen dari 742 responden menyatakan akan mempertimbangkan program kandidat Gubernur DKI sebelum menentukan pilihan politiknya.
Karena masyarakat sudah bosan dengan jargon-jargon politik yang sering dilontarkan pasangan bakal calon gubernur DKI. Menurutnya, jargon politik para kandidat ini seharusnya diuraikan dalam bentuk program nyata agar mudah direspon masyarakat. "Banjir dan macet akan kami selesaikan, but how?" tutur Sri usai pemaparan survei dengan tema "Banyak Masalah, Banyak Calon, Banyak Keraguan." [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: