WAWANCARA

Marzuki Alie: Pemilu 2014 Bisa Molor Kalau Fraksi-fraksi Ngotot

Senin, 19 Maret 2012, 09:54 WIB
Marzuki Alie: Pemilu 2014 Bisa Molor Kalau Fraksi-fraksi Ngotot
Marzuki Alie

RMOL. Pemilu 2014 terancam molor bila penggodokan Rancangan Undang-undang Pemilu di DPR makdek terus.

Masing-masing fraksi masih ngotot untuk bertahan pada pen­dirian awal mereka. Inilah pe­nyebab utama molornya penye­lesaian RUU itu.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR Marzukie Alie meminta para partai jangan saling berta­han. Segera satukan suara.

“Ini agar RUU Pemilu itu cepat rampung. Kalau fraksi-fraksi terus ngotot, Pemilu 2014 bisa molor. Jangan sampai itu terjadi,” kata Marzuki Alie, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (17/3).

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa tidak bisa dimusyawa­rah­­kan?

Mudah-mudahan minggu bisa mengerucut. Ada beberapa butir lagi yang belum sepakat. Menge­nai kuota perempuan sudah se­pakat, tetap 30 persen.


Apa fraksi lebih mementing­kan partainya ketimbang ke­pentingan rakyat?

Yah, berbeda pandangan saja. Wajar saja ada kriteria masing-masing fraksi. Hanya saja kenapa masih ngotot memperjuangkan pendapat fraksinya. Kalau begini, ya tidak klop.


Apa perlu dilakukan voting?

Kalau nggak bisa lagi dimusya­warkan, ya terpaksa voting. Nggak mungkin nunggu. Pada­hal musya­warah untuk mufakat itu bagus. Kita sih menghindari vo­ting karena kurang baik.


Targetnya ka­pan selesai?

Kita targetkan masa sidang ini se­lesai.

Ini hanya tinggal beberapa pasal. Ka­lau nanti selesai, lang­­sung ketok palu.


Bagaimana ka­lau nggak se­lesai?

Memang dikha­watirkan persia­pan Pemilu 2014 berma­salah.


Apa maksud Anda pelaksa­naan Pemilu 2014 bermasalah?

Yah, pelaksanaan pemilu akan terlambat. Yang seharusnya su­dah disiapkan, tapi karena pa­salnya belum disetujui, ya tidak bisa.


Apa himbauan Anda ke­pada fraksi agar satu suara demi pe­nyelesaian RUU ini?

Sudah dihimbau, kita sampai­kan nggak usah berpikirlah untuk saling ‘membunuh’ nggak ada gunanya. Sebab, soal pemilu itu kan Tuhan yang mengatur siapa pemenangnya.


Apa maksud saling ‘mem­bu­nuh’ ?

Saling membunuh yaitu de­ngan saling besar-besaran parlia­men­tary threshold (PT), dengan niat mematikan par­tai lain­nya. Jangan sa­ling memati­kanlah.


Apa masalah ter­­hambatnya pe­milu ini hanya pe­nentuan PT?

Intinya adalah ada beda pan­da­ngan soal itu. Sa­ngat ta­jam perbe­daan­nya. Seharus­nya tidak perlu sa­ling ngotot-ngo­totan.


Keinginan Anda mengenai PT seperti apa?

Saya tunggu saja hasil pansus. Nggak usah menambah polemik lain.


O ya, bagaimana komentar­nya mengenai jamuan makan dan snack bagi fraksi-fraksi di DPR?

Tanya Sekjen DPR ya, saya nggak ngurusin anggaran gituan.


Berapa dana dialokasikan?

Saya tidak mengerti perhitu­ngannya seperti apa. Namun, mungkin itu maksudnya untuk se­luruh kegiatan yang ada di DPR.


Apa alokasi dana tersebut su­dah ada dari dulu?

Mana tahu. Masa urusan ma­kan saya yang ngurusin.


Apa jamuan tersebut diberi­kan dalam bentuk uang untuk ke­pentingan parpol?

Tidak dibagi dalam bentuk uang. Anggaran tersebut dialo­kasi­kan untuk memfasilitasi pe­ningkatan kapasitas kinerja anggota Dewan, apakah itu dalam bentuk seminar atau mengundang ahli-ahli, pakar, dan pengamat dalam kaitan tugas pokok fungsi mereka. Tapi yang jelas saya ti­dak tahu mengenai hal itu karena itu urusan Setjen. Tanya mereka saja. [Harian Rakyat Merdeka]



Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA