PPATK yang Gegabah Bikin DPR Kian Terpuruk

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 23 Februari 2012, 16:05 WIB
PPATK yang Gegabah Bikin DPR Kian Terpuruk
ilustrasi
RMOL. Mengapa dua ribu transaksi mencurigakan anggota DPR, yang mayoritas dari Badan Anggaran, bisa bocor ke masyarakat dengan cara yang ganjil?

Memang, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sudah mencoret isi laporannya yang dipaparkan di DPR, terutama di kalimat yang merujuk pada transaksi mencurigakan. Itu pun tidak dibacakan saat pemaparan Ketua PPATK, Muhammad Yusuf. Meski dicoret, beberapa kalimat masih bisa terbaca.

"Saya heran, kenapa PPATK segegabah itu, Kan belum dianalisis," kata pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi, dalam agenda diskusi bertema "Usut Transaksi Mencurigakan Aliran Dana Anggota DPR" di ruang pers, gedung Nusantara II DPR, Kamis, (23/2).

Dengan sikap gegabah tersebut, Burhanuddin menilai berimplikasi kepada citra Dewan yang sudah anjlok sebelumnya di mata masyarakat.

"Ini bisa menimbulkan anggapan yang bermacam-macam. Benar atau tidak analisis itu, di mata masyarakat sudah terdakwa," kata Burhanuddin lagi.

Kepada PPATK, Burhanuddin meminta lebih teliti dalam membuat Laporan Hasil Analisis (LHA) yang akan dibuka ke publik. Di sisi lain dia meminta DPR terbuka pada penegak hukum agar leluasa menindaklanjuti temuan itu.

"Anggota DPR harus satu suara 'bongkar'. Jangan ada yang berkilah, harus dibuka dengan transparan," tambahnya.

Sementara pada Senin lalu, soal dua ribu transaksi itu Yusuf menganggap sementara menyimpang dari profil anggota DPR sehingga perlu analisis mendalam.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA