Mereka yang ditahan adalah seorang wartawan asal Australia bernama Austin Mackell, seorang mahasiswa Amerika Serikat (AS) bernama Derek Ludovici. Sedangkan seorang warga Mesir yang berprofesi sebagai penerjemah bernama Aliya Alwi.
Ketiga orang ini ditahan di Kota Delta Nil, Mahalla, Mesir pada hari Sabtu (11/2), saat para aktivis tengah menggelar unjuk rasa untuk menandai peringatan pertama tergulingnya rezim Pemerintahan Husni Mubarak.
"Tiga orang itu diduga berkoordinasi melalui jaringan sosial di internet untuk bertemu di Mahalla guna menghasut massa melakukan aksi protes," ujar Kepala Polisi Provinsi Gharbiya Mostafa Baz sebagaimana dikutip
Al Jazeera (Minggu, 12/2).
Penangkapan ini menambah daftar warga asing AS yang menjalani proses hukum di Mesir. Setidaknya ada sekitar 19 aktivis asal AS yang dilaporkan akan segera diadili atas tuduhan pendanaan ilegal terhadap kelompok-kelompok LSM tertentu yang terlibat dalam aksi kerusuhan di Mesir pasca jatuhnya rezim Mubarak.
Kecaman demi kecaman terhadap tindak penahanan ini juga telah dilakukan oleh sejumlah kalangan di AS. Bahklan sejumlah pejabat negara AS mendesak Preside AS Barack Obama untuk menghentikan bantuan kepada Mesir jika negara tersebut masih melakukan penahanan warga asing.
[ysa]
BERITA TERKAIT: