Menurut Sekjen ABMI, Juari, impor bawang merah sangat merugikan petani. Impor ini juga tidak perlu sebab Indonesia merupakan penghasil bawang merah terbesar di dunia.
"Pada tahun 2009 saja, produksi nasional sampai 923 ribu ton, sementara konsumsi nasional kita cuma 676 ribu ton. Kita masih surplus 337 ribu ton," kata Juari Sekjen di gedung DPR Jakarta (24/1).
Karena itu, kata Juari, ABMI menolak impor bawang merah berapapun jumlahnya dan dari manapun asalnya. ABMI juga menuntut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan untuk mencabut ijin impor bawang merah yang tidak direkomendasikan oleh Menteri Pertanian sebagaimana diatur dalam pasal 88 UU 13/2010 tentang Holtikutrura.
"Kami mempertanyakan kepada siapa pemerintah ini berpihak? Kepada importir atau kepada jutaan petani yang mayoritas di negeri ini?" demikian Juari.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: