Inilah yang kemudian melatarbelakangi Ahok memutuskan untuk maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
"Sekarang tidak ada provinsi yang menjadi contoh," kata dia saat ditemui
Rakyat Merdeka Online di kedimannya di kawasan Benhil, Jakarta (Selasa, 10/1).
Jakarta, kata dia, membutuhkan pemimpin yang bersih, transparan dan profesioanal (BTP). Bersih dari korupsi, transparan dalam segala hal termasuk harta kekayaan dan juga profesional dalam mengurai kesemrawutan Jakarta sebagai ibukota negara.
Menurutnya, keadilan sosial di Jakarta tidak tercapai karena selama ini tidak ada pemimpin Jakarta yang berani membuka secara tranparansi APBD.
Lebih jauh Ahok yang merupakan anggota Komisi II DPR RI mengatakan, bukan soal peta masalah dan peta solusi saja yang dibutuhkan. Bukan sekedar menawarkan visi dan misi, tapi rekam jejeknya.
"Di website saya, saya jelaskan dan uraikan keuangan saya secara terperinci mulai dari uang reses dan lain-lainnya. Semasa saya jadi pejababt daerah sampai saya sekarang DPR selalu saya sampaikan laporannya kepada publik. Dan saya cantumkan nomor HP saya karena seorang pemimpin itu adalah pelayan," beber Ahok.
"Orang-orang mengeluh tentang Jakarta, makanya saya menawarkan diri. Saya memenuhi kriteria BTP tadi," imbuhnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: