Jurubicara militer Kenya, Kolonel Oguna Cyrus, mengatakan serangan udara Kenya diarahkan ke kota Garbaharey di Somalia Selatan. Pada saat serangan tersebut beralangsung, para anggota al Shahab sedang beristirahat sambil mengisi bahan bakar, sehingga jumlah korban yang tewas akibat serangan tersebut besar.
"Korban dari pihak al-Shabab sekitar 60 atau lebih. lebih dari 50 orang lainnya terluka," ujar Kolonel Oguna seperti dilansir
Al Jazeera (Minggu,8/1).
Namun Demikian, pihak al Shahab membantah kalim Kenya tersebut terkait jumlah korban yang tewas. Al Shahab menyebutkan bahwa jumlah korban tewas yang diklaim Kenya adalah sebuah kebohongan karena tidak mengkonfirmasi data secara independen.
Sejak bulan Oktober lalu, Kenya secara gencar mengirimkan pasukannya melintasi perbatasan Somalia untuk menyerang para milisi al Shahab. Al Shahab diduga ikut terlibat dalam sejumlah aksi penulikan yang terjadi di Kenya. Penculikan tersebut telah mengancam industri pariwisata Kenya yang merupakan sumber utama pendapatan bagi negara itu.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: