Menurut pihak berwenang Selandia Baru, kecelakaan itu dilaporkan terjadi pada pukul 07:26 waktu setempat di daerah Carterton, sebuah wilayah yang memang biasa dijadikan untuk olahraga balon udara.
Pilot dan 10 orang penumpang balon udara tersebut dipastikan tewas dengan sebagian besar korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik yang menyambar balon dan mengakibatkan balon udara tersebut terbakar.
"Sebagian mayat korban hangus terbakar. Balon sepertinya menabrak kabel listrik yang menahan kotak penumpang yang kemudian terbakar," ujar Kepala Polisi Wellington, Mike Rusbatch, kepada
CNN (Sabtu, 7/1).
Satu tim pengidentifikasi korban bencana langsung menuju tempat kejadian untuk memulai proses pengidentifikasian mayat. Hingga berita ini diturunkan, kabar yang baru didapatkan satu korban teridentifikasi adalah pilot sekaligus pemilik balon bernama Lance Hoping.
Menteri Transportasi Selandia Baru Gerry Brownlee menyatakan duka citanya kepada keluarga korban atas kecelakaan ini. Sementara Kepala Komisi Penyelidikan Kecelakaan Transportasi Selandia Baru mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
[ald]
BERITA TERKAIT: