Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR RI, Sumirat, membenarkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk merenovasi toiliet di DPR mencapai Rp 2 miliar. Namun itu adalah pagu maksimal, akan diusahakan agar biaya yang dipakai hanya Rp 1,5 miliar saja.
"Saya belum bisa pastikan berapa biaya sebenarnya yang diperlukan," kata dia di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 4/1)
Tapi yang jelas katanya, ada banyak toilet di DPR yang saat ini bermasalah.
Sementara, kata Sumirat, alokasi dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki toilet di gedung DPR. Untuk gedung Nusantara I, kata dia, toliet yang akan diperbaiki mulai dari lantai 2 sampai lantai 23. Satu lantai ada empat sampai lima sektor yang masing-masingnya untuk pria dan wanita. Sementara, ada 10 ruangan toilet per lantainya. Sementara di tiap sektor ada tiga kloset, dua wastafel dan lima urinoir.
Apakah alokasi dananya tidak kebesaran?"Renovasi ini kan lebih sulit daripada pembuatan baru. Belum lagi kalau ada kerusakan dalam prosesnya," kata Sumirat.
[dem]
BERITA TERKAIT: