BENTROK BIMA

Pesan Natal SBY Versi GIB: Pemerintah Hidup Damai Jika Penggangu Dibasmi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 25 Desember 2011, 17:48 WIB
Pesan Natal SBY Versi GIB: Pemerintah Hidup Damai Jika Penggangu Dibasmi
ilustrasi/ist
RMOL. Tragedi demi tragedi terus terjadi. Mulai dari tragedi Papua, Sondang Hutagalung, Mesuji dan yang terakhir tragedi di Pelabuhan Sape, Bima yang menewaskan beberapa demonstran. Darah-darah rakyat menjadi tumbal untuk melanggengkan pemerintahan SBY-Boediono.

Yang lebih menyakitkan lagi, tewasnya beberapa demonstran di Bima terjadi sehari sebelum perayaan Natal 2011.

Menurut eks Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi, pemerintahan SBY-Boediono ingin memberikan pesan pada Natal tahun ini.

"Pesannya, pemerintah akan selalu hidup damai jika para penggangu dibasmi," tegas Adhie yang kini menjabat Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) kala ditemui dalam konferensi pers di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/12).

"Damai dilangit, damai ditingkat elit. Sementara rakyat menderita," demikian Adhie menggambarkan situasi Indonesia saat ini. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA