Menurut Salehi, tidak ada pihak luar yang membantu Iran dalam mengendalikan pesawat tanpa awak milik AS. Iran mengendalikan pesawat mata-mata AS tersebut dengan teknologi yang dimiliki oleh militer Iran dan tidak ada campur tangan Rusia.
"Terserah, apakah AS akan mengakui atau tidak. Pasukan Iran yang mengendalikan pesawat hingga pesawat itu jatuh, dan untuk saat ini, Iran adalah pemilik pesawat itu," ujar Salehi, seperti dikutip kantor berita Kuwait
KUNA (Minggu, 18/12).
Penyebab jatuhnya pesawat tak berawak tipe RQ-170 Sentinel milik AS di Iran hingga saat ini masih menjadi kontroversi. Pasalnya, AS secara gencar menyebutkan bahwa pesawat mereka jatuh karena adanya kesalahan teknis dalam sistem pengendali pesawat.
Sedangkan pihak Iran juga tak mau kalah dengan mengklaim kemenangannya atas keberhasilan teknologi mereka dalam mengendalikan pesawat Amerika yang memasuki perbatasan Iran. Dan atas pelanggaran batas wilayah, Iran menuntut kepada PBB untuk mengutuk perbuatan AS yang telah melanggar batas wilayah negaranya tersebut.
[ysa]
BERITA TERKAIT: