Karena itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, pada saat membuka Rapat Paripurna DPR hari ini di gedung Parlemen, Jakarta, sesaat lalu (Kamis, 15/12) mengingatkan insiden tersebut.
"Dengan kondisi demokrasi kita sekarang, kita sangat prihatin dengan (aksi bakar diri) Sondang dan kejadian di Mesuji, Lampung," jelas Pram.
Sebelum Rapat dimulai, kepada pers, Pram juga menanggapi tragedi tersebut. Dia menyebut, aksi pembantaian terhadap 30 orang itu merupakan perbuatan biadab dan memuakkan, terlepas dari apapun alasannya.
"Aparat Kepolisian harus proaktif mencari, melakukan pemeriksaan. Berikan hukuman yang seberat-beratnya. Karena kalau dibiarkan, akan berbahaya dalam kehidupan demokrasi," tegas Pram.
Ditanya apakah DPR akan membentuk Pansus untuk mengusut kasus tersebut, mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa DPR akan melakukan lebih dari sekadar Pansus.
"Bukan hanya Pansus. Kita akan bekerja sungguh-sungguh. Ini adalah sangat biadab. Karena ini adalah potret memalukan di dunia internasional bagi kita," demikian Pram.
[zul]
BERITA TERKAIT: