"Itu belum tentu menjadikan mereka jadi pemenang," ujar pengamat politik Tjipta Lesmana saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Revisi UU Politik, Iklan Politik Harus Diatur?" di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 1/12).
Menurutnya, paradigma menjadikan media sebagai alat untuk bisa meraup suara tak selamanya benar. Hitungan rakyat akan memilih siapa yang punya media dan siapa yang banyak berbicara di media adalah salah.
"Orang akan bosan dan bilang itu-itu saja. Apalagi cuma ngomongnya di medianya sendiri," ungkap Tjipta.
Sebaliknya, kata Tjipta, ada beberapa hal yang membuat partai bisa memenangi Pemilu. Yakni siapa kandidatnya, apa partainya, siapa-siapa saja jaringannya, baru kemudian kampanye dan keuangannya
.
"Menurut saya Nasdem sulit (menang) karena banyak ngomong. Apalagi ini ngomong di
teve-nya sendiri," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: