Tidak cukup menyindir gaya hidup penuh hedonisme para politisi, pada kesempatan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, dia kemudian menyentil menteri dari partai politik yang cenderung korup. Dia menganjurkan sebaiknya menteri tidak diambil dari Parpol dan diganti dari kalangan profesional seperti dari kampus atau LSM.
Menanggapi sindiran Busyro ke menteri-menteri dari Parpol, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku menyesalinya.
"Jadi apa yang disampaikan Pak Busyro tentang larangan menteri dari Parpol menjadi tidak tepat, jangan-jangan lama-lama presiden dilarang dari Parpol juga," katanya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/11).
Dia menyarankan Busyro tidak terlalu banyak bicara. Kalau dia menemukan indikasi pelanggaran, sebaiknya langsung bertindak.
"Tinggal tangkap saja gitu loh, jangan ini dipolemikkan. KPK tugas utamanya itu melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi," jelasnya.
"Kalau memang sudah ada indikasi, siapapun menterinya yang menyedot pundi-pundi negara dan penyalahgunaan jabatan, kenapa seorang Ketua KPK itu tidak menangkap yang bersangkutan. Itu kan lebih elok daripada polemik," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: