Bagaimana dengan PPP?
"Kalau PPP, Setgab ini kan sebenarnya kayak forum syaring saja. Dibubarkan atau tidak dibubarkan ya menurut saya itu tidak penting," ungkap Jurubicara PPP Muhammad Arwani Thomafi kepada kepada
Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon (Selasa, 22/11).
Meski memang dia berharap, Setgab menjadi tempat untuk menelorkan kebijakan-kebijakan, yang betul-betul bisa memperbaiki kualitas penyelengaraan Pemilu dan hasil Pemilu itu memuaskan masyarakat. Dia mewanti-wanti agar partai politik tidak menggunakan pendekatannya untuk kepentingan partainya dalam membahas RUU Pemilu itu. "Sekali pendekatan itu yang dilakukan, rakyat dan masyarakat akan dianaktirikan," jelasnya.
Dia menegaskan, Setgab belum pernah melakukan pertemuan untuk membahas RUU Pemilu tersebut. Meski diakuinya, PPP dan Partai Demokrat sudah pernah duduk bersama. Dan dia tidak tahu, apakah Demokrat mengajak partai-partai secara tersendiri untuk membincangkannya.
"Kita sudah diajak bicara oleh Demokrat. Tetapi yang diharapkan itu adalah meluruskan kepentingan dari Setgab itu sendiri, agar tidak terjebak pada permainan adu kuat ini. Permainan adu kuat ini akan menomorduakan rakyat dan kepentingan masyarakat," jelasnya.
"Ya tentang RUU Pemilu juga ada (dibahas). Tapi belum ada kesepakatan. Yang satu ngotot (kenaikan) PT, mestinya tidak dalam posisi itu. Kalau PPP ngototnya harus konsisten, pilihan dari awal sistem proporisonal, ya diberlakukan di pasal-pasal berikutnya. Tidak perlu melakukan perubahan yang sebenarnya tidak menjadi problem di 2009," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: