"Itu sah-sah saja. Orang mau mengancam ini kan biasa. Hal-hal mengancam ini kan tidak sekali, dua kali. Sudah beberapa kali. Dalam percaturan politik, yang namanya saling ancam biasa. Itu bukan mengancam. Itu kan hanya untuk meningkatkan nilai tawar. Kalau kita yang gitu-gitu, sudah biasa sih. Nggak perlu kaget," kata Ketua DPP Golkar Firman Subagyo kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini (21/11).
Menurut anggota Komisi VI DPR ini, Setgab dibentuk berdasarkan keputusan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena itu, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden terkait dengan ancaman PAN tersebut. Meski begitu, Firman menegaskan, keputusan partainya mendukung peningkatan parliamentary treshold dari 2,5 persen menjadi 5 persen, setelah mendengarkan aspirasi rakyat. Kengototan partai besar mendukung peningkatan ambang batas menjadi alasan utama PAN mengevaluasi Setgab.
"Kenapa kita itu minta posisi 5 persen. Karena memang masyarakat mulai jenuh dengan sistem politik multi partai yang tidak membawa efektifitas pemerintahan dan legislatif sendiri. Ini pun aspirasi masyarakat rakyat yang kita respons. Bukan sema-mata keinginan partai besar," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: