Demikian disampaikan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar saat memberikan keterangannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 16/11).
"Pertama, tindakan brutal aparat keamanan terhadap aksi Serikat Buruh Freeport Indonesia di Timika dan beberapa suku dari masyarakat adat yang tinggal di sekitar areal PT Freeport pada 10 Oktober lalu," kata Haris merinci.
Kedua, tindakan brutal aparat keamanan gabungan Polri-TNI untuk membubarkan Kongres Rakyat Papua III 19 Oktober. Setidaknya tiga orang tewas dan belasan korban luka-luka dalam peristiwa itu. Lalu, ketiga, penyiksaan 12 orang di Kurulu Jayawijaya yang dilakukan oleh oknum aparat TNI AD pada tanggal 2 bulan ini.
Keempat, masih kata Haris, penggeledahan asrama mahasiswa asal Papua di beberapa tempat di Jakarta dan di Denpasar, Bali dalam tiga minggu terakhir. Penggeledahan dan intimidasi di Jakarta, sebagaimana dilaporkan ke Kontras, dilakukan oleh gabungan TNI dan Polri.
"Kelima, rangkaian penembakan misterius di sekitar area menuju PT. Freeport Indonesia yang terjadi dalam waktu yag berdekatan, atau bersamaan dengan pelaksanaan mogok kerja karyawan PT Freeport," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: