Hal itu dikatakan Ketua F-PAN MPR, Ibrahim Sakti, dalam seminar Empat Pilar Bangsa, yang digelar The Fatwa Center bekerja sama dengan Fraksi PAN MPR, di gedung The Fatwa Center, Kramat Gundul, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).
"Bayangkan jika tidak ada Pancasila. Indonesia sebagai negara terbesar ke-4 di dunia (dari jumlah penduduk setelah Cina, India, dan AS) nasibnya bisa seperti Uni Soviet atau Yugoslavia yang terpecah-pecah jadi negara-negara kecil," ungkap Ibrahim.
Meski, pada jaman Orde Baru, Pancasila berwajah hantu. Pasalnya, meneror orang-orang yang tak setuju dengan kebijakan pemerintah. "Mengritik pemerintah dianggap anti Pancasila," kata anggota DPD AM Fatwa di tempat yang sama.
Fatwa bercerita, dirinya pernah diteror dengan kepala anjing di depan rumahnya di Pulo Gundul. Karena itu Fatwa pernah menyampaikan pidato, Pancasila harus tampil dengan wajah manusia, bukan berwajah hantu.
[zul]
BERITA TERKAIT: