WAWANCARA

Fadel Muhammad: Saya Bilang Kepada Ical, SBY Jangan Ditinggalkan

Sabtu, 22 Oktober 2011, 06:36 WIB
Fadel Muhammad: Saya Bilang Kepada Ical, SBY Jangan Ditinggalkan
Fadel Muhammad

RMOL. Dicopot dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengaku kecewa. Tapi dia tidak merasa sedih.

 Bekas Gubernur Gorontalo itu menduga ada orang yang tidak senang dengan kebijakan mem­boikot impor garam dan program pemberdayaan nelayan lokal.

“Saya kecewa, tapi saya tidak sedih. Apabila prosesnya seperti ini, dalam bahasa kehidupan se­hari-hari saya merasa dizolimi,” tandas Fadel Muhammad di Jakarta, Rabu (19/10).

Disinggung mengenai apa ada faksi di internal Golkar, sehingga dirinya dikorbankan, Fadel mem­berikan isyarat hal tersebut. Na­mun, semua dugaan itu terse­rah masyarakat yang menilainya.

“Saya tidak tahu, biar orang lain yang melihatnya. Mungkin saja terjadi, itu kan dari hasil ana­lisa orang lain. Masak saya bilang tidak benar,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kamis lalu, Anda bertemu dengan Ical, apa yang dibicara­kan?

Pak Ical (Aburizal Bakrie) ada­lah Ketua Umum Partai Golkar, tentu wajar saya mela­porkan. Sebab, saya mendapat­kan tugas dari partai di Kemente­rian Ke­lautan dan Perikanan. Makanya, saya bertemu Pak Ical untuk me­nyampaikan capaian tugas saya selama menjadi menteri.

Saya menjelaskan mengenai permasalahan impor garam, im­por ikan, dan masalah daerah pe­sisir. Hal-hal itu belum 100 per­sen saya jalankan. Insya Allah Pak Sharif Cicip Sutardjo bisa meneruskan agenda tersebut.


Berarti sudah tahu alasan pen­copotan Anda?

Belum terjawab. Beliau belum memberitahu perihal pencopotan saya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Apa benar Anda sudah tahu akan dicopot sebelum pengu­mu­­man reshuffle?

Pak SBY, melalui Pak Sudi Si­lalahi, menelpon Pak Ical untuk memberikan nama dua orang peng­ganti kader Partai Golkar di kabinet. Pak Ical mengajukan Pak Theo dan Pak Cicip. Alasannya, ada empat  orang Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Dua dalam Kabinet. Maka dua orang di luar itu yang diajukan.

Menurut ren­cana, kata Pak Ical, Pak Theo Sam­buaga di Menko Kes­­ra dan Pak Cicip menggan­tikan sa­ya. Lalu saya bilang, tidak masalah apabila keputusannya seperti itu.


Apa ada keinginan Golkar ke­luar dari koalisi?

Ada pikiran ke arah sana. Tapi saya bilang ke Pak Ical agar Partai Golkar jangan keluar kabinet. Pak SBY jangan ditinggalkan. Kasihan Pak SBY kalau kita me­ninggalkan beliau. Kita harus di koalisi pemerintahan, siapapun di dalam kabinet harus kita bantu.


Isunya Anda mau keluar dari Golkar, apa benar begitu?

Saya tetap di Golkar, kan saya Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Partai ini rumah besar saya se­bagai politisi. Saya akan mem­buat program pro rakyat untuk kepen­tingan rakyat. Saya tidak akan pin­dah ke partai ma­napun. Sebab, sa­ya tidak kecewa dengan Golkar. Saya ingin mem­fokuskan keme­nangan Golkar di wilayah timur. Strategi pemena­ngan ter­sebut te­tap dikembang­kan.


Apakah pencopotan itu ter­kait rapor merah dari UKP4?

Hari Kamis (19/10) saya ber­temu dengan Pak Kuntoro Mang­kusubroto di Istana. Beliau me­nga­takan Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak termasuk da­lam rapot merah. Artinya saya ti­dak tahu sebab pencopotan saya.    [rm]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA