PPP: Busyro Muqoddas Aneh dan Ganjil

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 03 Oktober 2011, 07:43 WIB
PPP: Busyro Muqoddas Aneh dan Ganjil
BUSYRO MUQODDAS
RMOL. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengumumkan pada Jumat lalu pihaknya telah melaporkan tiga kementerian ke Presiden SBY. Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Dalam Negeri, tiga kementerian yang dimaksud, lemah dalam melakukan tata kelola internal.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan bidang Media dan Komunikasi M. Arwani Thomafi bereaksi atas tindakan KPK tersebut. Dia menuding Busyro aneh dan ganjil dengan hanya melaporkan tiga kementerian.

"Ini akan memunculkan opini di luar tiga kementerian itu tidak disentuh KPK atau sudah clear. Saya sebagai anggota DPR kok merasa janggal dengan hanya mengumumkan tiga kementerian itu," kata anggota Komisi VIII DPR ini kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Apalagi, Busyro mengatakan itu pada momen-momem menguatnya wacana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. Karena Busyro mengumumkannya ke publik.

"Ini kan menjadi tanda tanya besar. Saya akan terus mendorong kepada KPK untuk aktif melakukan kajian melakukan upaya pencegahan terhadap seluruh kementerian. Jangan hanya di tiga kementerian itu yang aktif. Tapi di Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan yang lainnya. Apakah ia di luar tiga kementerian itu clear," tambahnya.

Karena itu, masih kata Sekretaris Fraksi PPP ini, dia akan mempertanyakan secara langsung bila bertemu Busyro baik di forum resmi atau forum informal. Tak hanya itu, dia juga akan meminta anggota Komisi III DPR dari PPP untuk mempertanyakan Busyro lewat rapat resmi.

"Ini juga akan menjadi tumpang tindih dengan penilaian yang dilakukan BPK. Kinerja kementerian itu kan di sana ada BPK yang punya tugas. Posisi pencegahan KPK itu harus bisa dipertegas," tegasnya.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA