Selain ingin memberi kesempatan kepada para menteri, Presiden tidak ingin merombak kabinet bila dikaitkan dengan alasan politis. Karena pada saat itu, koalisi partai pendukung pemerintah digembor-gemborkan pecah setelah ada satu dua partai yang tidak sejalan dalam pembentukan Panitia Khusus Pajak.
"Tapi (setelah diberi waktu satu tahun) tidak bergerak, jawabnnya
reshuffle," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Hal itu ia katakan menanggapi wacana
reshuffle dan hasil survei yang menunjukkan citra pemerintahan SBY-Boediono melorot hingga hanya mencapai 37,7 persen karena banyak menteri yang mendapat sorotan dari masyarakat. Presiden masih kata Sutan, tentu akan mempertimbangkan hasil survei tersebut.
Setelah KIB II di-
reshuffle, lanjut Sutan, diharapkan partai koalisi kompak, termasuk di parlemen. Agar program-program pro rakyat bisa dijalankan secara maksimal. "Ini waktu tinggal tiga tahun lagi loh. Makanya (partai koalisi) jangan saling menyandera," harapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: