Selain itu Greenpeace juga menekan pihak industri untuk menerapkan kebijakan tanpa perusakan hutan dalam operasinya.
"Kami meminta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk bergabung bersama kami menjadi 'mata harimau', bersama sama menyelamatkan rumah harimau dengan berbagai cara termasuk mengirimkan kepada kami bukti bukti perusakan hutan," ujar
team leader kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Zulfahmi, kepada wartawan di lokasi acara, Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (16/9).
Zulfahmi menyoroti khusus ulah perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) yang melakukan perusakan hutan dalam menjalankan operasinya. Padahal habitat harimau Sumatera semakin menyusut. Saat ini dperkirakan hanya ada 400 ekor harimau Sumatera yang hidup di alam liar, dikarenakan lebih dari 1 juta hektar hutan rusak pertahunnya.
Peluncuran kampanye ini sedianya akan menggelar pertunjukan silat harimau, pameran foto serta orasi budaya lingkungan dari para tokoh nasional.
[ald]
BERITA TERKAIT: