Karena itu, mulai muncul usulan agar dicari jalan tengah dalam menentukan 1 Syawal. Pemerintah pun diminta tanggap dan memediasi ormas Islam untuk menghindari perbedaan hari Lebaran.
"Saya kira ini jauh lebih kalau bisa dilakukan. Disinilah mestinya pemerintah punya peran dalam hal ini kementerian agama harus menjadi mediator antara ormas-ormas yang ada. Kalau bisa
bareng jauh lebih baik karena itu akan mencerminkan persamaan dan persatuan," kata anggota Komisi Agama DPR Jazuli Juwaini kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini.
Sebelumnya, Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan, mengatakan perlu ada upaya serius untuk menghindari perbedaan penetapan 1 Syawal. Upaya itu salah satunya dengan mengintegralkan pendekatan hisab (penghitungan) dan rukyat (pengamatan visibilitas hilal).
Namun, bagi politisi PKS ini, jika pun memang ada perbedaan hal itu sesuai yang wajar terjadi. Tapi dia mengingatkan, jangan sampai perbedaan itu menimbulkan perpecahan di antara sesama umat Islam.
"Memang kalau bisa bareng, itu jauh lebih baik. Tetapi ketika terjadi perbedaan, yang paling penting itu, tentu saling menghormati antara yang satu dengan yang lain. Jangan perbedaan itu menyebabkan perpecahan. Itu yang paling penting. Kalau perbedaan pendapatnya tidak ada masalah," demikian Jazuli.
[zul]
BERITA TERKAIT: