Hal ini dikemukakan Ketua Gerakan Cinta Jakarta, Tantowi Yahya, saat berbuka puasa bersama warga Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan petang tadi, (Minggu, 21/8).
Masalah tawuran masih belum terselesaikan, menurut Tantowi, karena tidak dilibatkannya masyarakat dalam kebijakan yang diambil pemerintah. Karena menurutnya selama ini masyarakat hanya dilibatkan pada saat pemilihan umum untuk dimanfaatkan dukungannya.
Untuk itu, perlu ada mekanisme intensif untuk melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil akan mendapat dukungan dari masyarakat. Jika setiap kebijakan Pemda didukung masyarakat maka kebijakan tersebut akan efektif dan sukses diimplementasikan.
Tujuannya adalah agar Jakarta menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Karena menurut sensus penduduk Jakarta dihuni beragam dari suku di Indonesia, antara lain Jawa, Sunda, Betawi Batak. Hampir seluruh suku hadir dan hidup berdampingan di Jakarta.
"Untuk itu, kita harus menjadikan Jakarta sebagai rumah bagi semua," kata Tantowi, yang juga anggota Komisi I DPR ini, saat memberikan santunan bagi anak yatim di wilayah rawan tawuran tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: