"Bahwa kemudian penyikapan kita itu mengarah kepada mosi tidak percaya, itu tergantung dari hasil pembicaraan komunikasi yang kita bangun dengan lintas fraksi," kata Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding, kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Sudding menjelaskan, sikap lintas fraksi itu baru akan disampaikan setelah pertemuan resmi digelar besok. Selama ini baru lintas fraksi baru sebatas komunikasi informal. Disitulah baru akan ditentukan, apakah akan melayangkan mosi tidak percaya, atau menyikapinya dengan bentuk lain.
"Kita sangat menyadari Pak Marzuki ini tidak terlepas posisinya selaku Ketua DPR, selaku alat kelengkapan dewan, selaku juru bicara DPR. Sehingga implikasi dari statemennya itu juga terbawa ke institusi DPR," tegasnya.
Selain itu, kata dia, diharapkan Demokrat juga mengambil langkah yang tegas terhadap mantan Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut.
"Saya kira lebih tepat ketika (Demokrat) mengambil langkah pergantian. Karena sudah kesekian kali Pak Marzuki memberikan pernyatan yang kontroversial. Itu kan tidak terlepas dari posisinya selaku Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat), selaku Ketua DPR. Karena tidak mungkin lah orang akan bereaksi kalau Pak Marzuki hanya orang biasa," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: