Demikian dikatakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Mamun Murod Al Barbasy, kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini.
Mamun mengungkapkan, pihaknya agak kesulitan untuk mendamaikan perseteruan antarkedua organisasi yang sudah berlangsung setidaknya sejak 1 Juni lalu itu.
"Namun kita akan ajak mereka baik dari personel KM yang merupakan metamorfosis Karat dan personil HMI untuk dialog terbatas," ungkap Mamun.
Pihaknya kesulitan, karena memang kedua organisasi itu tidak memiliki hubungan dengan UMJ. Meski, beberapa di antaranya adalah mahasiswa UMJ. Makanya dia menolak penyematan UMJ pada nama KM.
"Karena secara institusional tidak ada kaitan (KM-HMI) dengan UMJ. Sesuai statuta UMJ, organisasi yang diakui di UMJ, dan juga PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) lainnya, hanya BEM, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)," tandas Mamun.
[zul]
BERITA TERKAIT: