"Yang jelas NU itu melakukan
amar maruf nahi munkar. Jadi kalau yang baik dikatakan baik. Yang jelek dikatakan jelek," kata Wakil Ketua Umum PBNU, Slamet Effendy Yusuf, saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Tapi Said Aqil sepertinya tidak menyoroti kegagalan Presiden SBY dalam menekan angka kemiskinan dan memberantas korupsi seperti yang kerap didengung-dengungkan. Ditanyakan hal tersebut, mantan politisi Golkar ini berkilah acara peringatan hari lahir NU itu memang bukan untuk menyoroti kasus per kasus.
"Karena memang pidato harlah ketua umum PBNU itu hanya mau mengatakan tentang-tentang prinisip NU di tengah negara bangsa ini. Komitmen NKRI, komitmen kepada moderatisme, kepada toleransi, komitmen kepada keseimbangan, keadilan di tengah-tengah masyarakat bangsa. Ini sebenarnya yang hendak dikatakan. Kalau soal ada puja-puji, itu hanya bumbu-bumbu saja saya kira," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: