Jelas, Sikap Politik Ketum PBNU Untungkan SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 18 Juli 2011, 09:21 WIB
Jelas, Sikap Politik Ketum PBNU Untungkan SBY
sby-said aqil siroj/ist
RMOL. Pujian dan dukungan Said Aqil Siroj kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut telah berhasil menyelamatkan Indonesia dari ancaman krisis semakin meneguhkan sikap politik Ketua Umum PBNU itu. Said mengatakan itu pada saat acara peringatan hari lahir NU ke-85 kemarin.

"Saya memosisikan NU di bawah Pak Said Aqil sekarang dalam relasi mutually simbiosis dengan pemerintah di bawah kepemimpinan SBY. Said nampak mengembangkan pendekatan 'soft power' dengan cara tidak banyak melakukan kritik terbuka sekaligus membangun ritme harmoni," kata pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Menurut Gun Gun, sikap politik Said Aqil ini menarik untuk dicermati. Pertama NU dalam tradisi politik Indonesia sesungguhnya adalah kekuatan nyata. Dan di bawah kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur maupun Hasyim Muzadi, NU kerap mengeluarkan kritik tajam kepada pemerintah.

"Sementara Said mengarahkan bandul kuasa NU untuk memperkuat peran pemerintah," bebernya.

Kedua, sikap Said Aqil ini berbeda dengan interest group dan pressure group lain yang sekarang banyak berseberangan dengan pemerintah. Sehingga, tentu saja pilihan politik posisi NU menguntungkan SBY yang memang sedang membutuhkan dukungan politik di tengah krisis kredibilitas.

"Jadi, bagi NU tentu akan menaikkan daya tawar atas SBY sekaligus memosisikan NU sebagai salah satu partner penentu. Sementara bagi pemerintah, sikap NU ini penting untuk mempartahankan eksistensi rezim," demikian Gun Gun. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA