"Saya memosisikan NU di bawah Pak Said Aqil sekarang dalam relasi
mutually simbiosis dengan pemerintah di bawah kepemimpinan SBY. Said nampak mengembangkan pendekatan '
soft power' dengan cara tidak banyak melakukan kritik terbuka sekaligus membangun ritme harmoni," kata pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Menurut Gun Gun, sikap politik Said Aqil ini menarik untuk dicermati. Pertama NU dalam tradisi politik Indonesia sesungguhnya adalah kekuatan nyata. Dan di bawah kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur maupun Hasyim Muzadi, NU kerap mengeluarkan kritik tajam kepada pemerintah.
"Sementara Said mengarahkan bandul kuasa NU untuk memperkuat peran pemerintah," bebernya.
Kedua, sikap Said Aqil ini berbeda dengan
interest group dan
pressure group lain yang sekarang banyak berseberangan dengan pemerintah. Sehingga, tentu saja pilihan politik posisi NU menguntungkan SBY yang memang sedang membutuhkan dukungan politik di tengah krisis kredibilitas.
"Jadi, bagi NU tentu akan menaikkan daya tawar atas SBY sekaligus memosisikan NU sebagai salah satu
partner penentu. Sementara bagi pemerintah, sikap NU ini penting untuk mempartahankan eksistensi rezim," demikian Gun Gun.
[zul]
BERITA TERKAIT: