"Banten satu dasawarsa belakangan ini hanya mampu tumbuh moderat di angka rata-rata 5 persen; hanya tahun 2006 dan 2010 ini tumbuh sekitar 6 persen," kata pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjutak kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Bagi dosen ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang ini, pertumbuhan dengan angka moderat 5 persen itu sangat kecil bagi daerah yang memiliki potensi ekonomi besar seperti Banten. Karena Banten, secara geografis sangat strategis yaitu sebagai peyangga ibu kota. Makanya, tidak pantas Banten cuma tumbuh 5 persen.
"Setidaknya banten bisa tumbuh minimal 7 persen sampai dengan 8 persen. Bandingkan saja dengan Gorontalo yang mampu tumbuh 8 persen, Babel (Bangka Belitung) 7 persen," papar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.
Padahal dua provinsi ini secara potensi masih jauh di bawah Banten. Tapi, dengan umur daerah yang sama dengan Banten, dua daerah itu mampu tumbuh lebih baik.
"Berarti ada yang salah dengan kebijakan ekonomi regional Banten. Maka Gubernur ke depan punya PR (pekerjaa rumah) untuk membenahi masalah ini," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: