"Pengalaman Pilkada 2008, WH (Wahidin Halim) menang mutlak dengan suara >80%. Secara matematis potensi suaranya di Tangerang Raya juga berkisar pada angka 40-60%," kata pengamat politik Gandung Ismanto kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini.
Irna dinilai tidak akan menyambangkan banyak suara kepada pasangan yang diusung Partai Demokrat ini. Irna hanya berpotensi menyumbangkan suara dari daerah asalnya, Pandeglang.
Jika merujuk pada pemilihan kepala daerah Pandeglang tahun lalu, istri mantan bupati Pandeglang, Ahmad Dimyati Natasukumah ini hanya meraup suara <30%. Saat itu, anggota DPR RI ini maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Apud Mahpud.
"Dan agak sulit berharap mendapat suara signifikn dari wilayah Lebak dan Serang Raya. Karena dua alasan," bebernya.
Pertama, citra Irna diidentikkan atau "11-12" dengan Ratu Atut Chosiah. Sama dengan Atut yang dipengaruhi keluarga, Irna juga tergantung kepada faktor suaminya. Selain itu, partainya, PPP, juga tidak mendukungnya. PPP justru berkoalisi dengan PKS mendukung pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki.
"Di sisi lain, citra WH yang positif dengan segudang prestasinya menjadi agak mendapat resistensi saat berpasangan dengan Irna. Sehingga saya perkirakan deviasinya akan cukup besar khususnya di wilayah Serang Raya dan Lebak," tandas dosen FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: