Rano Karno Digandeng untuk Dongkrak Citra Ratu Atut yang Jeblok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 15 Juli 2011, 16:34 WIB
Rano Karno Digandeng untuk Dongkrak Citra Ratu Atut yang Jeblok
ratu-rano/ist
RMOL. Kepopuleran Rano Karno, yang hampir merata di semua daerah di kawasan Banten, diyakini akan menyumbangkan suara signifikan kepada suara pasangan yang diusung banyak partai politik ini. Pada pemilihan gubernur Banten Oktober mendatang, Rano, yang juga Wakil Bupati Tangerang ini berpasangan dengan calon incumbent, Ratu Atut Chosiah.

"Posisi Rano saya perkirakan secara khusus difungsikan pada dua hal," kata pengamat politik Gandung Ismanto kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.
 
Kedua fungsi itu adalah sebagai "pencuri" suara di kantung-kantung pendukung calon gubernur dari Partai Demokrat, Wahidin Halim WH dan sebagai penyisir suara di daerah lain, khususnya suara-suara pemilih dari kalangan bawahan yang 'tak tergarap' oleh Atut.

"Karena secara politik, posisi Atut tidak lebih baik dibanding (Pilgub) 2006. Karena sebagai incumbent, ia dinilai berkinerja buruk bahkan gagal. Dan ini cukup efektif mempengaruhi dukungan beberapa segmen pemilihnya dulu," teranganya.

Dalam konteks inilah, papar dosen FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini, Rano Karno dibutuhkan sebagai vote getter yang efektif untuk mendongkrak suara Atut yang cenderung turun.

"(Keberadaan Rano) sekaligus sebagai mesin cuci yang efektif bagi citranya (Atut) yang negatif. Hanya saja, saya perkirakan pengaruh dan kontribusi Rano tidak akan sebesar Masduki (wakil gubernu Banten) pada (Pilgub Banten) tahun 2006," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA