KRISIS SURIAH

Pemerintah Terpaksa Menggelar Dialog Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 10 Juli 2011, 15:35 WIB
Pemerintah Terpaksa Menggelar Dialog Nasional
Bashar aL Assad/ist
RMOL. Untuk mengatasi aksi unjuk rasa anti pemerintah yang dimulai sejak Maret lalu dan telah menewaskan lebih 1.700 orang termasuk 350 di antaranya aparat keamanan, pemerintah Suriah terpaksa menggelar dialog nasional.

Seperti dilansir BBC (Minggu, 10/7), dialog nasional tersebut rencananya akan dihadiri Partai berkuasa Suriah, Partai Baath, kelompok oposisi, akademisi dan aktivis muda. Beberapa media di Suriah memberitakan mengatakan bahwa ajang tersebut akan dilangsungkan selama dua hari di Damaskus untuk mendiskusikan kemungkinan bentuk reformasi, termasuk Pemilihan Umum multi partai dan media dan hukum yang baru. Namun jadwal pasti mengenai kapan pertemuan tersebut akan digelar hingga kini masih belum dipastikan.

Niat pemerintah Suriah untuk menyelesaikan konflik di negerinya ini tampaknya akan sia-sia. Pasalnya, suara penolakan sudah datang dari kelompok anti pemerintah yang selama ini terus melakukan unjuk rasa. Bahkan dilaporkan sejak dua hari yang lalu, kelompok anti pemerintah ini sudah mendengung-dengungkan slogan anti terhadap dialog nasional yang akan diadakan pemerintah.

Padahal kredibilitas dialog ini sangat tergantung pada figur oposisi yang akan mengikuti perhelatan akbar Suriah ini. Bulan lalu, Presiden Bashar al-Assad memang sudah mengumumkan rencana dialog nasional yang diharap bisa menghasilkan solusi untuk berbagai isu yang sedang dihadapi Suriah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA