Demikian disampaikan Direktur Utama Lazismu, M. Izzul Muslimin, di sela-sela
training ISO 9001:2008 di Pusat Pelatihan Rumah Kebon Cinangneng, Bogor, belum lama ini.
Dikatakannya, manajemen mutu yang diterapkan Lazismu bertujuan untuk mengoptimalkan dana penghimpuan zakat infaq dan shadaqoh sebagai sumber pemanfaatan dana untuk menekan angka kemisikinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dia menjelaskan, tingkat kepercayaan dari masyarakat dan para
stakeholder menjadi sangat penting tatkala dana yang disalurkan harus memiliki laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lazismu sendiri telah menyalurkan dana pendayagunaan kepada pihak berhak menerimanya. Selama ini Lazismu melakukan pelaporan penyaluran dana tersebut lewat media cetak, online, jejaring sosial, maupun website Lazismu sendiri. Hal ini sebagai bentuk transparansi Lazismu dalam mengelola dana ZIS.
"Kami sudah melakukan pelaporan yang dapat diakses semua donator yang tersedia 2 mingguan di Majalah
Suara Muhammadiyah. Untuk laporan bulanan dapat dilihat di Majalah Matahari dan laporan tahunan umumnya diiklankan di media nasional. Sedangkan dana yang disitribusikan tidak hanya dijadikan dalam bentuan pemberian bantuan yang bersifat sumbangan, tetapi ZIS yang disalurkan dimanfaatkan untuk dalam bentuk usaha produktif," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menambahkan, selain penerapan manajemen mutu, Lazismu juga menerapkan program-program penyaluran ZIS yang lebih terarah dan tepat sasaran untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, ZIS yang disalurkan melalui Lazismu akan lebih dimanfaatkan untuk mendidik masyarakat agar lebih mandiri.
[zul]
BERITA TERKAIT: