KASAD BARU

Tudingan Nepotisme bagi Pramono Mengada-ada

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 30 Juni 2011, 19:21 WIB
Tudingan Nepotisme bagi Pramono Mengada-ada
pramono edhie/ist
RMOL. Tudingan diangkatnya Letnan Jenderal Pramono Edi Wibowo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat lantaran nepotisme merupakan tudingan yang mengada-ada dan jauh dari fakta.

Apapun bahasanya, Pramono memang pantas menduduki jabatan barunya itu, walaupun ada beberapa anak bangsa yang lain, yang sempat menjadi kandidat.

"Beliau punya runtutan perjalanan karir yang panjang, jadi wajar kalau beliau menerima posisi itu. Beliau sudah cukup layak dengan segenap jabatan yang pernah diembannya," ujar Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Banteng Kedaulatan, Irwansyah, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 30/6).

Sejumlah karir dan prestasi kemiliteran pernah disandang Pramono. Diantaranya, pernah menduduki satuan tempur elit, yaitu Kopassus dan Kostrad, di satuan teritorial sebagai Kasdam Diponogoro dan Pangdam Siliwangi, menjadi staf ahli TNI dan menjadi ajudan Presiden Megawati.

Prestasi-prestasi itulah, sambung Irwansyah, jadi bukti kalau bahasa duduknya beliau karena nuansa nepotisme, yang antara lain disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, terbantahkan.

"Pendapat dia (Ray Rangkuti) sangat mengada-ada. Dia menganalisa masalah tidak berdasarkan fakta. Bahasa nepotisme yang dimunculkannya sebagai bentuk ketidakmampuan dia dalam memberikan analisa secara objektif," imbuhnya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA