Menurut dosen Pascasarjana Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), Dr. Umar Syadat Hasibuan, bila Pramono telah dipilih maka hal tersebut merupakan hasil dari proses yang murni dari profesionalisasi yang dilakukan TNI. Hal tersebut juga bukti pertimbangan jenjang kepangkatan, prestasi, komitmen dan loyalitas Pramono selama ini di TNI AD, dan bukan berdasarkan soal hubungan kekeluargaan yang sekarang santer disangka banyak orang.
"Terpilihnya Letjen Pramono Edhie Wibowo jangan dilihat semata karena dia adik iparnya Presiden SBY. Harus dilihat juga dari pencapaian jenjang karirnya yang bersih, dimulai dari bukan siapa-siapa dan masa penugasannya, dialah perwira TNI yang paling layak. Dia mempunyai kapasitas, kapabilitas, pengalaman dan wawasan yang luas. Jadi agak mengherankan jika ada orang mempolitisasi, bahwa dia terpilih karena dia adik iparnya Presiden SBY," kata Umar kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 29/6).
Pengangkatan Letjen Pramono Edhi Wibowo sebagai KSAD, kata Umar, merupakan langkah strategis untuk lebih menjadikan TNI makin
profesional.
"Sepengetahuan saya, dia sangat loyal pada negara dan hanya tahu bahwa tugasnya hanyalah mengurus pertahanan negara, tidak banyak macam-macam, apalagi bermain politik. Dia juga selama ini tidak terdengar memanfaatkan posisi kakak iparnya untuk berkarir di TNI," kata Umar.
"Jadi hubungan Letjen Pramono Edhi Wibowo dengan kakak iparnya, Presiden SBY janganlah dijadikan isu politik untuk menghambat tugas-tugasnya di TNI. Jabatan KASAD adalah jabatan karir dari prestasi seorang perwira TNI yang diraih bukan karena nepotisme," tambah Umar.
[yan]
BERITA TERKAIT: