Nah, pendirian Pusat Studi dan Pendampingan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang resmi dilaunching di Universitas Negeri Sebelas Maret oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM sepertinya juga terinspirasi dari visi Walikota Jokowi.
"Saya setuju visi dan cara berfikir Pak Walikota Solo bahwa ekonomi kita banyak didominasi oleh UKM atau UMKM. Dan UMKM itu adalah ekonomi ril kita. Maka tidak selayaknya mereka dikejar-kejar, bahkan dimusuhi. Justru kita berkewajiban untuk mendampingi, menjadikan mereka tumbuh berkembang lebih baik. Kami setuju dengan cara berfikir itu sehingga UNS lebih berkomitmen dengan Menteri Negara Koperasi dan UKM RI untuk melaunching Pusat Studi dan Pendampingan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di bawah Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat UNS," kata Rektor UNS, Prof. Rafik Karsidi (Selasa, 28/6).
PSP UMKM tidak tiba-tiba didirikan di UNS. Sama seperti Ketua PSP UMKM Prof. Totok Kardimanto, Prof. Rafik juga menyatakan bahwa kampus yang ia pimpin tersebut telah bersinggungan dengan UMKM. Pada tanggal 18-19 Mei 2002, di kampus ini telah dilahirkan asosiasi Development Business Service.
"Sekarang telah menaungi lebih dari seribu DBS/provider di Indonesia. Kami tidak pernah membayangkan secepat itu berkembang," ungkap gurubesar yang menulis disertasi juga tentang UKM ini dan menurutnya hal itulah yang mengantarkannya jadi rektor.
Rektor ingin keberadaan UNS dikenal sebagai kampus pendamping UMKM di Solo. Harapan dia, ketika orang membayangkan Solo sebagai pusat UMKM dengan serta UNS akan tergambar sebagai pendampingnya.
"Kalau di Jakarta sana orang bertanya tentang Solo, imagenya itu sudah terbentuk UMKM. UMKM ada di Solo, lalu siapa perguruan tinggi pendampingya, ya UNS ini. Kami ingin begitu Pak. UNS siapa pendampingnya, Pak Menteri dan teman-teman dari kampus," katanya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
Di UNS sendiri, kajian dan pendampingan UMKM memang sudah menjadi unggulan, selain dua keunggulan UNS lainnya yaitu, budaya Jawa dan pengembangan bio diversitas. Katanya, di Solo ada ratusan gurubesar yang memiliki latar belakang tentang UMKM. Makanya, pendirian PSP UMKM ini merupakan bentuk komitmen UNS agar bisa berkontribusi lebih terhadap keberadaan UMKM di Indonesia.
Karena, kata dia, UMKM adalah urat nadi dari perekonomian Indonesia.
Lebih dari 50 juta atau lebih dari 80 persen perekonomian ril negeri ini dieksekusi dengan tatakelola UMKM.
"Dengan demikian betapa pentingnya lembaga pemberdayaan atau mungkin lembaga pendamping UMKM ini termasuk pusat studi yang akan kita dirikan ini," tandasnya, sambil berharap setiap kampus juga akan mendirikan PSP UMKM meniru Pusat Studi Lingkungan yang juga telah ada di berbagai kampus yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
[yan]
BERITA TERKAIT: