"Saya memandangnya positif. Saya tak akan persoalkan apakah itu pesanan atau tidak. Siapa yang membayar tidak jadi urusan saya. Yang penting kita mawas diri saja," kata Ketua DPP Partai Demokrat ini kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 27/6).
"Kalau Anda membuat survei pada saat kasus Nazaruddin, Gayus Tambunan, rekening gendut, kasus TKI Ruyati pastilah turun. Tapi kalau saat infrastruktur sudah dibuat, panen raya bagus, harga-harga bisa stabil, tingkat kepuasan masyarakat akan naik lagi," aku Sutan.
Dengan memandang hasil survei itu positif, dia berharap pemerintah, dan juga menteri-menteri, termasuk yang dari partai politik, bekerja lebih baik. Karena, jangankan survei, saran dan bahkan kritik dari masyarakat pun didengarkan.
"Ini untuk masukan. Sebagai Partai Demokrat, yang berjiwa demokratis, kita hargai (temuan LSI). Setuju atau tidak setuju itu urusan lain. Tapi kembali ini jadi cambuk kepada para pembantu Presiden di kementerian agar lebih giat bekerja untuk rakyat, tidak mementingkan partai, golongan. Kan begitu seorang negarawan itu," tandasnya.
Tapi dia mengingatkan, kebijakan pemerintah itu tidak seperti makan cabai yang hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk menunggu hasil kerja yang dilakukan pemerintah saat ini. Dan salah satu indikator untuk melihat apakah pemerintah gagal atau tidak saat ini adalah dengan melihat hasil pemilihan umum 2014.
[zul]
BERITA TERKAIT: