Dalam pandangan faksi Fatah, Fayyad adalah seorang yang memiliki pandangan politik yang independen dan telah menggunakan jabatannya untuk membangun dan memperkuat hubungan dengan negara-negara lain. Namun bagi Hamas, Fayyad tidak lebih dari alat Barat.
Sebagaimana dilansir
Haaretz (Minggu, 12/6), pencalonan Salam Fayyad bisa meredakan kekhawatiran negara-negara Barat atas kesepakatan rekonsiliasi. Selama ini, Israel, Amerika Serikat dan Uni Eropa menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.
Negara-negara Barat sendiri menghendaki pemerintahan baru di Palestina mengakui hak Israel untuk ada.
Fayyad telah mengambil alih jabatan perdana menteri pada tahun 2007, setelah terjadi pertumpahan darah antara Fatah dan Hamas. Dari 2007 hingga saat ini, Fatah mengatur hanya di Tepi Barat dan Hamas yang bertanggung jawab atas Gaza. Kini, Palestina berharap untuk dapat menyatukan kedua wilayah tersebut menjadi sebuah negara yang merdeka.
[yan]
BERITA TERKAIT: