Obama Palsukan Kematian Osama untuk Meraih Simpati Jelang Pilpres 2012

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 09 Mei 2011, 07:07 WIB
Obama Palsukan Kematian Osama untuk Meraih Simpati Jelang Pilpres 2012
obama/ist
RMOL. Sementara kalangan meragukan kebenaran Amerika Serikat (AS) yang mengklaim telah membunuh Osama bin Laden dan membuang jenazahnya ke laut.

Seorang wartawan asal Pakistan yang bekerja di Inggris, Ali Shah, menganalisa bahwa klaim AS ini hanya alasan Barack Obama yang ingin menarik pasukannya dari Afghanistan. Selain itu, Obama juga hendak mendulang dukungan dalam Pilpres mendatang.

"Reaksi awal saya tentang kematian Osama bin Laden adalah palsu. Dan Obama sadar, meskipun terlambat, AS perlu keluar dari Afghanistan karena tidak pernah memenangkan pertempuran di sana," kata Ali Shah sebagaimana dilansir IRNA (Minggu, 8/5).

Menurut Shah, Obama seolah-olah ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa ia telah mengakhiri perang setelah menyingkirkan orang yang paling dicari di AS. Dengan mendengungkan kemenangan melawan teroris, Obama mendapat simpati dari rakyatnya dan memiliki peluang untuk memenangi Pilpres yang akan digelar pada tahun 2012.

"Itu adalah awal dari penarikan pasukan Amerika dan NATO setelah gagal total di Afghanistan dan Pakistan. Isu ini juga dapat dijadikan Obama untuk mengatakan misi selesai," demikian Shah.

Beredar anggapan, sebenarnya Osama terbunuh pada saat pemboman yang dilakukan AS di Kabul dan Tora Bora pada akhir tahun 2001. Beberapa teknologi video palsu digunakan untuk memanipulasi keberadaan Osama telah muncul sejak saat itu. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA