KUNKER KE LN

Kunker ke India, DPR Benar-benar Lawan Kritikan Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 04 Mei 2011, 10:45 WIB
Kunker ke India, DPR Benar-benar Lawan Kritikan Publik
gedung dpr/ist
RMOL. Anggota DPR seakan tak mau kalah dan berebut untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar negeri.

Setelah Komisi I ke berbagai negara, Komisi VIII ke Australia, dan Ketua DPR Marzuki Alie ke Irak, kemarin (Selasa, 3/5) giliran Komisi II DPR yang jalan-jalan ke India dan menghabiskan dana sebesar Rp453 juta.

Menurut Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, kunjungan kerja ke India atas nama studi banding kependudukan yang dilakukan selama lima hari ini merupakan bentuk perlawanan DPR kepada masyarakat. DPR menilai kritikan dan saran dari masyarakat sebagai bualan kosong semata.

Masih kata Uchok, Komisi II ini melakukan pelesiran ke India secara diam-diam tanpa memberitahuan kepada publik. Prilaku diam-diam ini menjadi bukti bahwa mereka tidak terpuji dan bertanggungjawab. Padahal, sebagai anggota DPR yang mempergunakan anggaran publik seharusnya menjelaskan lebih duhulu perjalanan mereka ke India.

"Kepergian anggota komisi II untuk pelesiran ke India merupakan kegiatan yang tidak bermanfaat kepada publik, dan hanya membuang-buang anggaran negara secara sia-sia," kata Uchok, dalam keterangan tertulisnya (Rabu, 4/5). [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA