Jenderal Timur Pradopo Didesak Tak Monopoli Angkatan di Mabes Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 03 Mei 2011, 11:09 WIB
Jenderal Timur Pradopo Didesak Tak Monopoli Angkatan di Mabes Polri
timur pradopo/ist
RMOL. Kapolri Jenderal Timur Pradopo didesak tidak memonopoli satu angkatan dalam menentukan jabatan strategis di Mabes Polri. Monopoli posisi hanya akan menimbulkan konflik di internal Polri yang kini sedang melakukan konsolidasi.

"Untuk itu, Indonesia Police Watch (IPW) berharap kepala Badan Intelejen Keamanan (Kabaintelkam) yang baru tidak lagi dari Akpol Angkatan 1978, mengingat angkatan tersebut sudah memegang 10 jabatan strategis di Polri," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Selasa, 3/5).

Saat ini, kata Neta, ada empat calon Kabaintelkam yang sudah beredar. Keempat calon ini berasal dari berbagai angkatan. Mereka adalah Irjen Hasyim Irianto (77), Didiek Triwidodo (78), Pratiknyo (77), dan Alex Bambang (76).

"IPW berharap Kapolri dapat memilih perwira yang tepat, memiliki kapabilitas, itegritas, berpengalaman, dan mampu membangun kerjasama dengan unit-unit lain," demikian Neta. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA