Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, masa jabatan Kabaintelkam Komjen Wahyono sudah berakhir sejak beberapa hari lalu. Wahyono pensiun pada 15 April 2011. Meski sudah pensiun, sampai hari (senin 2 Mei) Mabes Polri belum juga mengumumkan, siapa yang akan menggantikan wahyono.
Kata Neta, lambannya pengumuman Kabaintelkam yang baru ini terasa aneh dan sangat tidak beralasan. Padahal, selama ini Mabes Polri selalu mengumandangkan sudah profesional dan proses pengkaderan maupun karir sudah berdasarkan kompetensi. Di samping itu, saat ini, Polri memiliki 210 perwira tinggi (jenderal), baik bintang satu, dua, tiga maupun empat sehingga tidak ada alasan kesulitan mencari figur Kabaintelkam yang baru.
"Lambannya penunjukkan Kabaintelkam yang baru merupakan pelanggaran terhadap aturan tentang masa pensiun pejabat polri," kata Neta dalam keterangan tertulisnya kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 3/5).
Masih kata Neta, IPW berharap Timur Pradopo dapat memilih perwira yang berkualitas untuk menjadi Kabaintelkam yg baru tanpa monopoli satu angkatan dalam menentukan jabatan strategis di Polri. Monopoli posisi hanya akan menimbulkan konflik di internal Polri. Padahal saat ini Polri sedang menuju konsolidasi soliditas yang mantap.
[yan]
BERITA TERKAIT: